Langsung ke konten utama

Mereka Menangis

Para pecinta sastra hadir di malam ini
Malam yang cukup panjang bagiku dan bagi mereka
Mereka datang untuk mengenangnya
Sesosok sastarawan Ahyar Anwar
Mati muda meninggalkan karyanya

Suara-suara yang merdu
Menggetarkan hati semakin dalam
Kuingin meneteskan air mata seketika itu
Mereka mengangis menyenangnya
Mengenang cinta di rumah cintanya

Ruangan yang gelab
Cahaya lampu bagaikan jarum menusuk mata
Jarum yang menusuk hati
Memilukan diri

Sadar telah nyata tiada
Tapi, tetaplah ia ada dalam sastranya
Ia akan berbicara dalam bait tulisan
Di wajah-wajah mereka yang indah.


Manuruki, 16 Desember 2013 

Muh. Aslan Syah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Danau Universitas Hasanuddin

Saat itu, kududuk  di bawah sebuah pohon yang besar Di sebuah pinggir tangah danau  Kulihat barbagai macam aktivitas mahasiswa Memandang danau Universitas Hasanuddin Betapa indahnya suasana itu Seseorang memancing Sekelompok orang berdiskusi Seseorang bercinta Aku menatap mereka Kumelihatnya dan melukisnya dalam-dalam Kuteringat Pada suatu ketika dahulu Saat aku menyelesaikan pendidikanku di sekolah menengah atas Kuingin menjadi seorang mahasiswa di tempat ini Tapi, semuanya telah menjadi angan-angan yang telah berlalu Kupikir tugasku saat ini adalah belajar Dan membaca sebanyak mungkin Kuyakin tuhan mengetahui Yang tebaik untukku Maafkan aku, Kuterpesona dan terjatuh dengan keindahanmu Di danau Universitas Hasanuddin. Makassar, 12 Oktober 2013 Muh. Aslan Syah

Senja di Pagi Itu

Senja pagi tiba Di pondok tempat tinggalku Kuberhadap pada pagi yang dingin Ketika hujan telah redah Kumenatap rumah-rumah warga Tak ada satu pun aktifitas kala itu Lampu-lampu rumah satu persatu mati Suasana semakin memilukan hati Mengiris jiwaku Kutatap kembali apa yang ada diatas kepalaku Burung-burung sibuk terbang dalam berbagai arah Setidaknya mereka tahu akan kesibukannya Setidaknya ia mengetahuinya  Ketika aku memperhatikanya Tanda akan kegelisahanku semakin nyata Kuberharap hari itu semuanya telah usai Aku telah menyecewakan kedua orang tuaku Sebuah wajah yang begitu kucintai lebih dari diriku Hari ini kuberharap hujan kembali membasahi pondok Ketika semalam kuhabiskan waktuku untuk menulis Bawalah aku ke alam mimpi Senja di pagi itu Kutertidur dan kuterbangun kembali. Makassar, 06.00, 06 Desember 2013 Muh. Aslan Syah

Perestroika Kurikulum 2013: Suatu Analisis Komprehensif

Secara etimologis, kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa yunani, yaitu curir yang artinya “pelari”   dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Jadi istilah kurikulum barasal dari dunia olah raga pada zaman romawi kuno di yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish (Nasution, tanpa tahun). Kemudian istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan dimana seorang peserta didik harus menempuh sesuatu untuk mencapai suatu tingkatan yang lebih tinggi. Pada pasal 1 ayat (19) Undang-Undang R.I No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pengembangan Kurikulum tentu memiliki landasan yang merupakan tempat dimana kurikulum tersebut berpijak. Adapun yang menjadi lan...